Industri

Prinsip dan Pengolahan IPAL Rumah Sakit yang Perlu Diketahui

Di rumah sakit, sistem IPAL ada untuk mengolah air buangan/limbah dari kegiatan yang berlangsung. Keberadaan IPAL Rumah Sakit diwajibkan keberadaanya. Dengan adanya IPAL, akan terbentuk alur rangkaian aliran air limbah yang melalui serangkaian proses hingga disterilkan dari zat berbahaya.

Bahkan, air ini bisa digunakan kembali untuk kebutuhan rumah sakit karena sudah steril. Dapat dibayangkan jika tidak ada IPAL, air yang digunakan oleh masyarakat bisa tercemar dan mengancam kesehatan. Begitu juga dengan makhluk hidup lainnya seperti biota yang hidup di sungai.

Prinsip Mengolah Limbah Rumah Sakit

Limbah merupakan zat buangan dari aktivitas pelayanan kesehatan rumah sakit, baik berbentuk cair maupun padat. Agar limbah ini dapat dikelola sebagaimana mestinya, perlu mengikuti prinsip dan prosedur yang telah ditentukan.

Oleh karenanya, perlu diketahui beberapa prinsip tersebut. Berdasarkan informasi dari Ditjen PPM dan PLP mengenai pengolahan limbah, disebutkan beberapa prinsip penting, yaitu:

  • Saluran pembuangan wajib memakai sistem yang tertutup dan kedap. Sehingga limbah bisa dipastikan mengalir lancar tanpa hambatan.
  • Wajib bagi rumah sakit untuk menyediakan unit sendiri untuk mengelola limbah. Bisa juga secara kolektif (bersama-sama) bangunan sekitar yang sesuai persyaratan teknis.
  • Kualitas dari limbah hasil RS yang nantinya dibuang menuju lingkungan haruslah sesuai dengan syarat baku mutu. Hal ini sudah diatur dalam perundang-undangan, untuk memastikan kesehatan lingkungan dan masyarakatnya.
  • Pengolahan limbah dapat dilakukan dengan gabungan proses biologis, kimia, fisika, tergantung dengan jenis limbahnya.

 

Proses Mengolah Air Limbah Rumah Sakit

Tujuan utama adanya pengolahan yakni menghilangkan bahan yang tersuspensi, terapung, serta meminimalisir organisme patogen. Seiring perkembangannya, pengolahan limbah juga berkaitan dengan unsur estetika dan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, terdapat lima bagian dari pengolahan limbah, yakni:

1. Pengolahan Awal

Tahap paling awal ini, melibatkan pemrosesan secara fisik. Fokusnya adalah menghilangkan padatan serta minyak dalam air limbah. Dalam tahap ini, terdapat proses menangkap dan menyedot pasir, mengumpulkan dan mengendapkan pasir, serta pemisahan minyak.

2. Pengolahan Tahap Pertama

Di tahap ini, tujuannya masih serupa dengan yang awal. Perbedaannya berada di proses yang dilakukan. Pada tahap ini, terdapat penetralan kerikil, lumpur, serta zat padat. Kemudian dilanjutkan dengan menambahkan zat kimia serta pengentalan. Berikutnya ada pengapungan, sedimentasi, dan penyaringan.

3. Pengolahan Tahap Kedua

Proses pengolahan IPAL rumah sakit selanjutnya, lebih ditujukan dalam menghilangkan zat terlarut yang ada dalam air limbah. Hal ini tidak bisa dihilangkan melalui proses fisik yang biasa, karena memerlukan tahap khusus. Seperti pemakaian lumpur aktif, menambahkan oksigen, stabilisasi bak reaktor.

Dilanjutkan dengan dengan memanfaatkan kemampuan dari mikroba, dalam merombak bahan-bahan yang sebelumnya tercemar menjadi senyawa yang stabil. Terakhir adalah pemanfaatan mikroba untuk penyaringan limbah.

4. Pengolahan Tahap Ketiga

Pada tahap ini, proses yang dilakukan adalah pengentalan, pengendapan, penyaringan, hingga penyerapan dengan bahan karbon aktif. Selanjutnya adalah proses pergantian ion, memisahkan membran, kemudian pengentalan disertai pengapungan.

5. Pengolahan Lumpur

Tahap yang kelima adalah pengolahan lumpur. Dari keempat tahap sebelumnya, akan dihasilkan lumpur yang selanjutnya diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna. Proses ini disebut pencernaan lumpur aktif, untuk distabilkan dengan pembusukan dari zat yang sifatnya organik maupun anorganik.

Tahap selanjutnya adalah penyaringan, pemutaran sentrifuge, mengeringkan, pembakaran, oksidasi, atau pengisian tanah dengan pembuangan lumpur. Proses yang cukup panjang, namun sangat penting untuk mengolah limbah agar zat berbahaya dapat dinetralisir.

 

Demikian pembahasan tentang prinsip serta pengolahan IPAL rumah sakit yang sangat penting untuk memastikan keamanan masyarakat. Seperti yang diketahui bahwa limbah berdampak buruk terhadap lingkungan maupun kesehatan. Sehingga diperlukan penanganan yang semestinya, disertai pengawasan secara berkala.